TUGAS POKOK

Berdasarkan SK Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 41 Tahun 2003, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jakarta Selatan menjadi salah satu Seksi dari Balai Pengembangan dan Pelatihan Pendidikan Luar Sekolah (BPPPLS) yaitu Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi di bidang pengembangan dan pelatihan Pendidikan Luar Sekolah yang berada di Propinsi DKI Jakarta. Dalam melaksanakan tugasnya SKB berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BPPPLS. Dan secara operasional bertanggung jawab kepada Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi di tingkat Kotamadya Jakarta Selatan.

Sesuai SK Gubernur DKI Jakarta Nomor 41 Tahun 2003 SKB mempunyai tugas sebagai berikut :

1.      Menyusun program dan rencana kegiatan operasional;

2.      Melaksanakan pelayanan kegiatan belajar mengajar pendidikan luar sekolah;

3.      Melaksanakan uji coba program, media, dan sistem penilaian pendidikan luar sekolah;

4.      Melaksanakan  pelatihan tenaga kependidikan;

5.      Melaksanakan bimbingan, penyuluhan, dan bimbingan teknis terhadap PKBM dan kegiatan belajar pendidikan luar sekolah;

6.      Melaksanakan pelayanan informasi pendidikan luar sekolah di kotamdya/kabupaten administrasi;

7.      Melaksanakan pengelolaan kegiatan ketatausahaan;

8.      Melaksanakan pemantauan, evaluasi, dan penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan operasional.

Advertisements
Posted in Tugas Pokok | Leave a comment

Sejarah

SKB Jakarta Selatan berdiri pada tahun 1981. Pada saat itu SKB Jakarta Selatan bernama SKB Cilandak yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dari Ditjen Pendidikan Luar Sekolah Pemuda dan Olahraga (Diklusepora), Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kemudian seiring dengan perubahan tata pemerintahan pusat dan daerah pada era otonomi daerah, SKB Cilandak pada tahun 2001 menjadi salah satu perangkat pemerintahan daerah pada Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun 2003, terbit SK Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 41 Tahun 2003 tentang tata organisasi Balai Pengembangan dan Pelatihan Pendidikan Luar Sekolah (BPPPLS) Provinsi DKI Jakarta, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jakarta Selatan menjadi salah satu Seksi dari Balai Pengembangan dan Pelatihan Pendidikan Luar Sekolah (BPPPLS) Provinsi DKI Jakarta. Dalam melaksanakan tugasnya SKB berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala BPPPLS. Dan secara operasional bertanggung jawab kepada Kepala Suku Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi di tingkat Kotamadya Jakarta Selatan. Sesuai dengan SK Gubernur Nomor 41 Tahun 2003, SKB Cilandak berubah nama menjadi SKB Jakarta Selatan seiring dengan bertambahnya jumlah SKB pada 5 wilayah kota di provinsi DKI Jakarta. Selanjutnya berdasarkan SK Gubernur Nomor 54 tahun 2010 tentang Pembentukan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan Nonformal dan Informal Provinsi DKI Jakarta, SKB Jakarta merupakan salah satu merupakan Satuan Pendidikan Nonformal dan Informal pada P3PNFI dalam melaksanakan program Pendidikan Nonformal Informal di wilayah Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Posted in Profil SKB Jaksel | Leave a comment

Pendidikan Pencegahan Perdagangan Orang dan ESA pada Satuan Pendidikan Nonformal

Pendidikan Pencegahan Perdagangan Orang dan ESA pada Satuan Pendidikan Nonformal

Oleh : Drs. Dadang Subagja, M.Si.

 Berdasarkan hasil dokumentasi Komnas Perempuan hingga tahun 2010, kekerasan seksual berjumlah 91.311 kasus (Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang, gugustugastrafficking.org). Sementara itu Website Indonesian Children, edisi June 6, 2009, menyatakan bahwa laporan hasil riset UNICEF menyebutkan ada sekitar 40.000 anak Indonesia menjadi korban eksploitasi seks komersial anak (ESKA). Pada umumnya yang melatarbelakangi terjadinya ESKA adalah faktor kemiskinan, rendahnya pendidikan, pemenuhan pola gaya hidup, trauma di masa lalu (kekecewaan), kekerasan atau perkosaan dan keterpaksaan.

Pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap anak tidak dapat hanya diselesaikan oleh satu lembaga, akan tetapi melibatkan berbagai instansi terkait dan masyarakat. Untuk itu diperlukan komitmen dan kepedulian pemerintah dan masyarakat. Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanganan Kekerasan terhadap Anak (RANPPKA) 2010-2014 dalam www.gugustugastrafficking.org, Kementerian Pendidikan Nasional mempunyai peran dalam bidang pencegahan. Kemudian bidang rehabilitasi kesehatan yaitu Kementerian Kesehatan, bidang rehabilitasi sosial pemulangan dan reintegrasi sosial dengan penanggung jawab Kementerian Sosial, bidang pengembangan hukum dan penegakan hukum dengan penanggung jawab Kepolisian RI, dan bidang koordinasi dan kerjasama dengan penanggung jawab Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Berbagai fenomena eksploitasi terhadap anak banyak kita temukan di media koran, TV maupun internet seperti eksploitasi seks komersial anak, salah satu video di Youtube memperlihatkan anak kecil yang belum genap 4 tahun merokok dan berbicara cabul, banyak anak bertaruh nyawa mengemis dan mengasong dagangan di jalan, pelaku pedofilia yang melakukan pencabulan dan pembunuhan terhadap korbannya, serta fenomena lainnya yang menunjukkan wajah muram anak Indonesia.

Eksploitasi anak telah merampas hak anak dalam memperoleh pendidikan bermutu, sehingga masih banyak kasus-kasus yang menunjukkan bahwa tidak semua anak berkesempatan memperoleh layanan pendidikan dan perlindungan lainnya. Hanya karena ingin memenuhi kebutuhan hidup, banyak orang tua yang rela mempekerjakan anak-anaknya. Anak-anak yang seharusnya bersekolah dan menikmati masa kecilnya dengan bermain, harus bekerja membantu orang tua, turun ke jalan menjajakan koran, meminta-minta di jalan serta menjajakan jualan. Terkadang orang tua tidak sadar telah melakukan pelanggaran terhadap hak anak.

Bentuk lain eksploitasi anak yaitu perdagangan anak (trafficking). Anak dianggap sebagai komoditas yang memiliki nilai jual. Perdagangan anak dilakukan baik untuk dipekerjakan dengan tanpa atau upah yang rendah, sampai bentuk-bentuk penjualan organ tubuh untuk kepentingan tranplantasi.

Akar masalah terjadinya perdagangan orang dan eksploitasi anak diantaranya adalah kemiskinan, gaya hidup yang konsumtif, dan ketidaktahuan akan bahaya perdagangan orang. Kesulitan ekonomi mendekatkan anak terjerumus dalam lingkaran perdagangan orang dan eksploitasi seks anak. Dengan melihat akar permasalahan ini dimana permasalahan tersebut dekat dengan karakteristik sasaran pendidikan nonformal, sehingga bentuk-bentuk eksploitasi anak disinyalir akan banyak terjadi pada peserta didik pendidikan nonformal.

Kenyataan menunjukkan sasaran pendidikan nonformal memang memiliki karakteristik seperti berasal dari keluarga tidak mampu, putus sekolah, anak jalanan, pengangguran, dll. yang hampir semuanya berkonotasi negatif. Terkait hal diatas sebenarnya berpotensi bagi tumbuh suburnya perdagangan orang dan eksploitasi seks anak. Namun karena adanya barier hal tersebut belum banyak terungkap, untuk itu diperlukan adanya suatu media dimana peserta didik mampu mengungkapkan ide, perasaan, pengalaman dan kebutuhan mereka sendiri sehingga menjadi media komunikasi bagi anak yang tereksploitasi maupun sebagai ajang mengungkapkan persepsi dalam rangka mendukung kehidupan yang anak yang normal, bermartabat, dan dapat menjaga kelangsungan hidupnya dalam lingkungan keluarga dan masyarakatnya. Kita belum tahu tentang apa yang terjadi dengan anak didik kita di pendidikan nonformal terkait dengan perdagangan orang dan eksploitasi seks anak di lingkungan keluarga dan lingkungan pergaulannya, karena memang aktifitasinya dapat saja terselubung. Untuk itu perlu adanya perhatian dengan mengintegrasikan pendidikan pencegahan perdagangan orang dan eksploitasi seks anak dalam aktivitas pendidikan nonformal, jika tidak ada upaya pencegahan, dikhawatirkan kasus-kasus perdagangan orang dan eksploitasi seks anak akan semakin tumbuh subur.

Belum banyak kegiatan yang dilakukan pemerintah Indonesia terutama melalui jalur pendidikan nonformal dalam mengatasi masalah perdagangan orang dan eksploitasi seks anak. Dunia pendidikan seyogyanya banyak memainkan peran dalam memberikan pendidikan pencegahan perdagangan orang dan eksploitasi seks anak karena umumnya masalah ini terjadi pada rentang usian sekolah. Untuk menyikapi masalah ini diperlukan suatu bentuk pendidikan yang mampu menjembatani dan memberikan solusi terutama dalam tataran pencegahan perdagangan orang dan eksploitasi seks anak (ESA) melalui peningkatan budaya tulis melalui koran anak.

Putus sekolah jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan kerawanan sosial termasuk kerawanan kesehatan. Sasaran program koran anak dalam rangka pendidikan pencegahan perdagangan orang dan eksploitas seks anak (ESA) adalah peserta didik pada program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B dan Paket C. Usia mereka umumnya berada pada rentang 13 sampai dengan 18 tahun, usia yang rentan terhadap perdagangan orang dan eksploitas seks anak.

Pengetahuan tentang bahaya perdagangan orang serta eksploitasi seks anak perlu dimiliki juga oleh para pendidik pendidikan nonformal termasuk cara pencegahannya. Salah satunya melalui pembuatan koran anak. Melalui kegiatan menulis, anak diajak untuk berpikir apa sebenarnya perdagangan orang dan eksploitasi seks anak, mengapa itu terjadi, bagaimana jika itu terjadi pada dirinya sendiri, temannya, tetangganya, apa yang harus dilakukannya,  bagaimana caranya agar terhindar dari perdagangan orang dan eksploitasi seks anak. Dengan peserta didik diajak memikirkan masalah itu, konsep perdagangan orang dan eksploitasi seks dan bahayanya terinternalisasi dalam pikirannya dan sejak itu telah tertanam benteng untuk menghindari atau menghadapinya.

Posted in Sejarah | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can alway preview any post or edit you before you share it to the world.
Posted in Sejarah | 1 Comment